Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, KB/TK SDIT Ash-Shofa tidak hanya mengadakan lomba untuk anak-anak, tetapi juga melibatkan orang tua murid dalam rangkaian lomba yang penuh semangat dan kebersamaan.
Acara ini menjadi momen istimewa karena orang tua turut berpartisipasi, menunjukkan antusiasme dan keceriaan yang tidak kalah dari anak-anak. Lomba yang digelar pun sederhana, meriah, namun sarat makna kebersamaan.
✨ Lomba yang Dilaksanakan:
Memasukkan Pensil ke Botol
Lomba klasik yang penuh gelak tawa. Para orang tua harus berkonsentrasi untuk memasukkan pensil yang diikat ke pinggang ke dalam botol. Suasana semakin seru dengan sorakan dukungan dari para penonton.Lomba Makan Kerupuk
Lomba legendaris 17 Agustus ini tak pernah kehilangan pesonanya. Orang tua berlomba memakan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan tangan. Gelak tawa dan semangat kebersamaan begitu terasa di momen ini.Lomba Nasi Tumpeng
Berbeda dari lomba lainnya, lomba nasi tumpeng mengajak orang tua untuk berkreasi menyajikan nasi tumpeng dengan hiasan yang menarik. Kreativitas dan kekompakan tim menjadi kunci dalam lomba ini, sekaligus melestarikan kuliner tradisi Indonesia.
Acara ini berlangsung penuh canda tawa, namun juga mempererat hubungan antara sekolah dan wali murid. Kepala KB/TK SDIT Ash-Shofa menyampaikan bahwa keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah adalah bagian dari pendidikan kolaboratif. “Kami ingin menumbuhkan kebersamaan dan keharmonisan, karena pendidikan terbaik lahir dari sinergi antara guru, anak, dan orang tua,” ujarnya.
Pada akhir kegiatan, para pemenang diberikan apresiasi berupa hadiah sederhana, sementara semua peserta mendapatkan pengalaman berharga yang mempererat silaturahmi.
Melalui lomba ini, semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga oleh para orang tua yang turut meramaikan suasana dengan penuh keceriaan.